Tukar Backlink Artikel Review, Apakah Masih Berlaku?

Tukar backlink artikel review masih relevan di 2025? Pelajari manfaat dan cara kerjanya untuk SEO yang lebih baik
Daftar isi
Dunia digital marketing selalu berubah, dan salah satu strategi yang dulu populer adalah tukar backlink artikel review. Bagi yang baru terjun ke dunia SEO, mungkin pernah dengar istilah ini dari forum atau grup diskusi. Cara kerjanya sebenarnya sangat sederhana yaitu dua website atau blog saling bertukar tautan di artikel blog mereka untuk saling mendongkrak peringkat di mesin pencari seperti Google. Tapi, di tahun 2025 ini, apakah cara ini masih efektif atau udah jadi barang usang?

Apa itu Backlink?
Sebelum ngobrol lebih jauh, kita pahami dulu apa itu backlink. Backlink adalah tautan dari satu website ke website lain. Google melihat backlink sebagai tanda kepercayaan sebuah blog atau website, semakin banyak website atau blog lain ngasih tautan ke situsmu, semakin dianggap baik situs itu.
Nah, kalau backlink ini ada di dalam artikel review, biasanya jadi lebih menarik karena konteksnya relevan dan alami. Tapi, tukar-menukar tautan ini ternyata punya sisi plus dan minus yang perlu dilihat lagi.
Apa itu Artikel Review?
Artikel review sendiri adalah tulisan yang membahas produk, layanan, atau website tertentu, biasanya dengan gaya santai atau informatif. Beda sama artikel biasa, review sering punya nilai tambah karena ngasih opini atau pengalaman pengguna atau penulis ulasan produk tersebut.
Ketika ada backlink artikel di dalamnya, tautan itu bisa jadi cara buat menarik pembaca ke situs lain sambil ningkatin SEO. Pertanyaannya, kalau cuma tukeran doang sama temen atau partner, apakah Google masih suka sama cara ini?
Manfaat Backlink
Manfaat backlink jelas nggak bisa dipandang sebelah mata. Selain membantu naikin peringkat di mesin pencari, tautan dari situs lain juga bisa bawa trafik baru.
Artikel review punya keunggulan serupa yaitu bisa ngasih informasi berguna buat pembaca sekaligus promosi buat situs yang ditautkan. Tapi, praktik tukar backlink ini mulai dipertanyakan sejak Google makin pinter nangkep pola yang terlihat manipulatif. Jadi, untuk saat ini ada cara yang harus dilakukan agar tukar backlink artikel review ini benar-benar natural dan tidak dianggap spam oleh Google.
Apa Itu Dofollow dan Nofollow Link?
Jika bicara soal backlink ini, ada dua tipe yang sering muncul: dofollow dan nofollow. Dofollow adalah tautan yang ngasih "izin" ke mesin pencari buat ngikutin link itu dan ngasih nilai SEO ke situs tujuan. Backlink sepert ini yang biasanya dicari orang karena langsung bantu naikin otoritas situs.
Sementara nofollow adalah tautan yang bilang ke Google, "Jangan ikutin aku," jadi nggak ngasih dampak langsung ke peringkat, tapi tetap bisa bawa trafik atau meningkatkan pengunjung ke blog.
Dalam tukar backlink, kebanyakan orang penginnya dofollow biar efeknya kerasa. Tapi, kalau dua situs cuma asal tukeran dofollow tanpa konteks yang masuk akal, Google bisa curiga.
Artikel review yang dibuat asal-asalan atau terlalu dipaksakan buat masukin tautan malah bisa jadi bumerang. Jadi, tipe link ini penting diperhatiin biar strategi tetap aman dan nggak sia-sia.
Kenapa Tukar Backlink Pernah Jadi Primadona?
Dulu, sekitar awal 2010-an, tukar backlink adalah cara cepat buat naikin peringkat situs. Webmaster atau blogger saling kontak, "Eh, aku taruh link kamu di artikelku, kamu taruh link aku di artikelmu, deal?" Hasilnya, situs mereka cepet naik di Google karena mesin pencari waktu itu belum sehebat sekarang. Artikel review jadi wadah favorit karena bisa nyanyi-nyanyi soal situs lain sambil nyelipin tautan secara halus.
Keunggulannya waktu itu jelas: hemat biaya dan cepet. Nggak perlu bayar mahal buat beli backlink dari situs besar, cukup kerja sama sama temen atau kenalan yang punya blog.
Selain itu, kalau artikelnya bagus, pembaca juga seneng karena dapat info bermanfaat. Sayangnya, popularitas ini bikin banyak orang abuse, tukeran link sembarangan tanpa mikir kualitas atau relevansi.
Google dan Perubahan Algoritma
Sekarang, Google jauh lebih cerdas dibanding satu dekade lalu. Algoritma kayak Penguin dan update terbaru mereka benci banget sama trik yang keliatan buatan.
Tukar backlink yang terlalu jelas, misalnya dua situs saling taut tanpa alasan logis, bisa kena cap sebagai spam. Apalagi kalau artikel reviewnya cuma dibikin buat nyanyi-nyanyi soal situs lain tanpa nilai tambah, Google bakal bilang, "Ini mah nggak bener."
Bukan berarti backlink artikel jadi nggak berguna. Tautan yang alami, dari situs yang relevan, dan punya konteks kuat masih punya nilai lebih. Cuma, kalau cuma tukeran doang tanpa strategi yang bener, risikonya lebih gede ketimbang untungnya. Google lebih suka backlink yang didapat organik, bukan hasil barter yang dipaksain.
Masih Relevan Nggak di 2025?
Jadi, apakah tukar backlink artikel review masih berlaku? Jawabannya nggak hitam-putih. Kalau dilakukan dengan cerdas, artikelnya berkualitas, situsnya relevan, dan nggak berlebihan, cara ini masih bisa jalan.
Misalnya, dua blog soal teknologi saling kasih tautan di review gadget yang bener-bener berguna, itu masih masuk akal dan punya peluang diterima Google.
Tapi, kalau cuma asal tukeran sama situs yang nggak nyambung, misalnya blog masakan sama situs otomotif, atau artikelnya cuma tempelan link tanpa isi, mending jangan dilakukan karena gak bakalan banyak pengaruhnya.
Kalau ingin bermain SEO di 2025 ini harus lebih pinter main aman. Fokusnya bukan cuma kuantitas tautan, tapi kualitas dan kepercayaan yang dibangun lewat konten yang bener-bener dibaca orang, karena saat ini search engine hanya sebagai pendamping saja.
Cara Aman Main Tukar Backlink
Kalau tetap pengin coba strategi ini, ada beberapa hal yang bisa diperhatiin. Berikut 3 poin yang diperhatikan:
- Cari partner yang situsnya punya topik serupa atau setidaknya nyambung sama niche kamu.
- Bikin artikel review yang emang bermanfaat, ngasih insight, data, atau pengalaman pribadi yang bikin pembaca betah.
- Jangan lebay, tukeran sesekali aja, jangan tiap minggu sampe keliatan aneh. Dan pastikan partner tukar backlink sportif. Lihat dan baca artikel review yang dibuat, kalau asal, mending tunda tukar backlinknya.
Selain itu, gunakan strategi lain yaitu dapatkan backlink organik dari guest post atau kolaborasi beneran, biar profil tautan situs atau blogmu keliatan natural. Pakai nofollow juga nggak apa-apa buat variasi, toh trafik manusia tetep bisa dateng dari situ.
Tukar backlink artikel review nggak sepenuhnya mati, tapi juga nggak sehebat dulu. Di era sekarang, Google lebih pilih kualitas ketimbang trik cepet kaya. Bikin konten yang bener-bener bagus dan dapat tautan secara alami jauh lebih sustainable ketimbang barter sembarangan. Jadi, masih mau coba? Terserah, asal pinter-pinter ngatur langkahnya biar nggak kena tendang algoritma!
Verifying you are human. This may take a few seconds.